Gunda Gulana
Selasa, 17 Juli 2017
Yah Allah, Hatiku penuh dengan gunda gulana, ingin
ku derai semua air mataku, tapi kupun tak sanggup. Perkataanku lembut, tuturku
beristigfar, hatiku tidak. Sungguh benar jin selalu menghasut diri ini.
Terlebih hati ini.
Hatiku gunda karena beberapa perkara. Mengapa
sekelilingku seperti ini, terus terasa mencekam, disaat ku jatuh, sekitarkupun
menggerutu. Tak tau arah dan tujuan. Kuusahakan terus berjalan. Disaat dirinya
dan dirinya, bertemu dengan orang-orang yang mereka cintai. Kupun di sini,
sendirii, erat mesra bersamamu. Yah Allah apa jadinya diriku jika engkaupun
meninggalkanku. Disaat beguti tinggi ekspektasiku terhadap dukungan orang
terdekat, aku malah terjebak dengan perkara pertanyaan, dan sekeliling yang
mencekam. Aku butuh oksigen, udara baru tepatnya.
Yah Allah hari ini lagi dan lagi aku mengambil
keputusan besar untuk mengambil tes lagi dan lagi ke Jakarta, ku inginkan satu,
jika ridhomu adalah keiginanku, maka insya Allah Aku melakukan yang terbaik.
Jika ridhomu tak seperti keinginanku, maka ajarilah aku untuk bersabar menerima
ketetapanmu. Engkau Maha tau sedangkan aku tidak, engkau paling mengerti diriku
sedangkan aku tidak, mengenai makan hari ini dan keinginanpun aku masih bisu,
kaku tak ada arah. Dengan semua, likaliku jalan menuju suksesku, bukan
suksesku, cita-citaku. Ajari aku untuk ikhlas lillahi taala, menuntut ilmu
lillahi taala. Agar kelak hamba menjadi manusia yang senantiasa bersyukur,
bersyukur dengan segala yang hamba punya. Yah Allah ridhoilah perjalananku,
lindungilah Aku.
Ya Allah yah raab, hamba manusia lemah serba
kekurangan, maka cukupkan lah hamba, Bantu hamba dalam menjalani semua
ketetapanmu, yang menjadi skenariomu, bantu hamba dalam menapaki jalan-jalan
berlubang. Aku tak mampu yah rabb, tapi Aku punya Engkau, yang Maha besar Maha
segalanya.
Insya Allah ku perbaiki niatku. Taka da niat
terselubung? Apakah benar, yah aku tak bisa berbohong, untuk apa berbohong
kepada Engkau yah Allah sedangkan suara hatikupun Engkau tau. Yah benar yah
Allah. Aku ingin kuliah disana, menuntut ilmu, menjadi lebih baiklagi,
mengikuti kkajian, dan entah Aku masih ingin berjumpa dengan dia, makhluk yang
engkau ciptakan, begitu memikat hatiku, ku pun tau itu dosa, Dosa Zina, jelas
pasti, maka ku ucap Maa fii qhalbi ghairullah (setiap ku mengingatnya,
kugantikan mengingat denganmu). Engkau pemilik hati yah Allah, jika takdir tak
menuntun dia ke hatiku, maka pasti seseorang yang kau siapkan dialah orang yang
sangat beruntung, maka beruntung pula aku yang kelak memilihnya, Karena dia
dipilih oleh-Mu).
Maka ku awali keputusanku dengan
Bissmillahirahamnirrahim.
Komentar
Posting Komentar